Estimasi HIV dari waktu ke waktu
Jadi tergelitik untuk menuliskan sesuatu setelah membaca posting salah satu senior saya didunia pengendalian HIV - mas Very Kamil - tentang ajakan mengingatkan pemangku kebijakan untuk bijak dalam menggunakan angka estimasi populasi rawan terinfeksi HIV dan ODHA dalam perencanaan program.Readmore...
Keberatan Nama
Berbekal nama jabatan yang mentereng (Senior Technical Specialist) dari tempat kerja di International NGO, maka jadilah didaulat untuk memfasilitasi diskusi kelompok beberapa Bappeda dalam isu yang baru dipelajari kurang dari 2 minggu. Malu rasanya harus bersanding dengan para sesepuh yang sudah malang melintang sejak puluhan tahun lalu Readmore..
Kepentok korupsi lagi
Padahal sudah coba menghindari berkecimpung langsung dalam proyek-proyek anti-korupsi, setelah merasa tidak bisa banyak berbuat lagi... Tapi pandangan hanya tenaga guru dan kesehatan yang tutup mata atau ikut serta dalam praktek korupsi yang bisa bertahan didaerah terpencil ini cukup mengganggu, Readmore...
Prevalensi HIV Narapidana Perempuan lebih tinggi dibanding Narapidana Laki-laki
Orang Muda dan Risiko Terinfeksi HIV
Gambaran Pekerja Seks Berusia Muda di Indonesia
Wow ... 1 dari 10 Siswa SLTA di Surabaya Mengaku Pernah Berhubungan Seks
1 dari 7 Pengguna Napza Suntik (Penasun) mulai menyuntik ketika masih duduk dibangku SLTP
Semakin Muda WPS Semakin Besar Kemungkinannya Terinfeksi HIV
Pengetahuan Komprehensif HIV Orang Muda Indonesia Meningkat 15 kali lipat?
1 dari 3 kelurahan di Kota Tarakan dan Sorong memiliki tempat transaksi seks
Jumlah Desa dengan Kasus Penyalahgunaan Napza di Sulawesi Selatan Meningkat 4 Kali Lipat
Duh 1 dari 2 Siswa SLTA etnis Papua di Kab. Mimika Pernah Berhubungan Seks
1 dari 3 Orang Terinfeksi HIV Mengalami Stigma dan Diskriminasi di Lingkungannya
Dampak HIV Pada Pendidikan Anak di Rumah Tangga Orang Dengan HIV
Dampak HIV pada Pengeluaran Rumah Tangga
Dampak HIV bisa bikin "kanker" juga lho
Membaca artikel di sebuah harian ibukota yang menginformasikan hasil penelitian dampak ekonomi pada pasien kanker dan keluarganya membuat saya jadi ingin melihat hal yang similar dari data Survei Dampak Gangguan Kesehatan (SDGK) tahun 2009 pada ODHA dan keluarganya. Saat ini HIV dan AIDS sudah menjadi salah satu tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, dan pada tingkat makro, HIV dan AIDS juga sudah meningkatkan beban sistem pelayanan kesehatan untuk penyakit-penyakit kronis di Indonesia yang diketahui bersama masih cukup lemah dengan adanya kebijakan pengobatan ARV gratis untuk semua.
Sedangkan pada tingkat rumah tangga dan individu, dampak yang paling mudah dan sering terlihat adalah meningkatnya beban ekonomi akibat pengeluaran tambahan untuk biaya kesehatan pada rumah tangga dengan salah satu anggotanya sudah terinfeksi HIV.
Dampak ekonomi yang timbul bisa menjadi sangat buruk khususnya untuk rumah tangga dengan tingkat penghasilan rendah, karena umumnya infeksi HIV terjadi pada anggota rumah tangga berusia produktif sehingga menimbulkan dampak ekonomi ganda akibat dari meningkatnya biaya kesehatan dan berkurangnya pendapatan rumah tangga. Dampak HIV dan AIDS pada individu dan rumah tangga juga akan semakin berat seiring dengan bertambahnya anggota rumah tangga lainnya yang terinfeksi HIV akibat dari penularan yang terjadi dari suami/istri kepada pasangannya dan dari ibu ke anaknya akibat dari deteksi yang terlambat.
Turunnya kekebalan tubuh akibat terinfeksi HIV menyebabkan orang mudah mengalami gangguan kesehatan. Dari hasil SDGK 2009, dapat kita ketahui bahwa ternyata dalam sebulan terakhir 21% Rumah Tangga ODHA mengaku kehilangan hari kerja karena sakit/merawat orang sakit, jauh lebih tinggi dari Rumah Tangga Non-ODHA yang hanya kurang dari seperempatnya (5%).







